DigiLitera: Vaksin

Vaksin

Vaksin digunakan untuk melindungi atau mencegah tubuh dari serangan penyakit. Secara konvensional, vaksin dibuat dari mikroorganisme (bakteri atau virus) yang dilemahkan atau toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut. Akan tetapi, vaksin yang dihasilkan kurang aman dan dapat menimbulkan efek yang merugikan, misalnya:

  1. mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin kemungkinan masih melanjutkan proses reproduksi;
  2. mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin kemungkinan masih memiliki kemampuan menyebabkan penyakit;
  3. ada orang yang alergi terhadap sisa-sisa sel dari produksi vaksin meskipun sudah dilakukan proses pemurnian;
  4. orang-orang yang bekerja dalam pembuatan vaksin mungkin bersentuhan dengan organisme berbahaya yang digunakan sebagai bahan pembuat vaksin meskipun sudah dicegah dengan menggunakan pengaman seperti sarung tangan dan masker.

Perkembangan bioteknologi yang semakin pesat dapat mengurangi berbagai risiko yang tidak diinginkan tersebut. Vaksin dibuat secara bioteknologi melalui teknik rekayasa genetika, yaitu dengan menyisipkan gen-gen penghasil antibodi ke dalam DNA mikroorganisme. Keuntungan lain pembuatan vaksin dengan rekayasa genetika selain lebih aman, juga dapat diproduksi dalam jumlah besar.

Prinsip-prinsip rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin adalah sebagai berikut.

  1. Mengisolasi gen-gen dari organisme penyebab penyakit yang berperan menghasilkan antigen yang merangsang limfosit untuk menghasilkan antibodi.
  2. Menyisipkan gen-gen yang telah diisolasi tersebut ke tubuh organisme yang kurang patogen.
  3. Mengkulturkan organisme hasil rekayasa sehingga menghasilkan antigen dalam jumlah banyak.
  4. Mengekstraksi antigen yang selanjutnya digunakan sebagai vaksin.

Contoh vaksin antara lain vaksin poliomielitis, cacar air, rabies, rubella, dan gondong. Proses pembuatan vaksin ini adalah dengan cara menumbuhkan virus di dalam kultur sel, seperti sel embrio ayam atau ginjal monyet. Kemudian, virus-virus tersebut diekstraksi dengan penyaringan. Hasil ekstraksi digunakan untuk mematikan virus tersebut. Selanjutnya, vaksin tersebut dapat dilemahkan dan disimpan pada suhu rendah dan dapat digunakan jika diperlukan.

Apabila vaksin disuntikkan ke dalam tubuh seseorang, maka memungkinkan tubuh membangun sistem kekebalan tubuh dengan membentuk antibodi.

Scroll to Top