Berita Baru

Berita Baru

Perundangan Kehidupan Beragama (Referensi yang amat relevan bagi situasi kehidupan bangsa saat ini – redaksi)

Materi persoalan yang disampaikan buku Memahami Ketentuan Perundangan Seputar Kehidupan Beragama di Indonesia (Yrama Widya, 2016) ini klasik. Klasik dalam arti tidak pernah terselesaikannya perlindungan legal bagi terjaminnya hubungan antar-agama dan antar-umat beragama dengan sikap saling menghormati. Tidak semua peraturan perundangan terkait dibahas, hanya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/No 8 Tahun 2006 (PBM). PBM ini masih menyisakan berbagai pertanyaan, keberatan dan usulan, sebab masih beberapa pasal tidak mengakomodasi masukan majlis-majlis agama. Di antaranya istilah gedung ibadah “laik fungsi” yang kemudian menjadi dasar pelarangan kegiatan keagamaan di toko dan mal. Padahal, untuk mengurus izin pembangunan rumah ibadah dibutuhkan waktu lama dan izin yang tak mudah. Kementerian Agama tengah mempersiapkan RUU Perlindungan Umat Beragama (RUU KUB). Gagasan itu muncul seiring banyaknya kasus kekerasan bermotif agama. Memang UU itu bukan obat mujarab sebab merebaknya intoleransi bukan hanya karena kekosongan hukum, tetapi lemahnya penegakan hukum dan kepemimpinan (hal 23). Kedua penggal kutipan yang menjelaskan persoalan eksistensi PBM dan rencana UU KUB – Keduanya pernah dimuat sebagai artikel dalam Suara Pembaruan (5/4/2006) oleh Andreas A Yewangoe dan Kompas (26/11/2014) oleh Rumadi Ahmad – disertakan dalam buku ini. Lewat buku ini, penyuntingnya – Weinata Sairin – ingin menyodorkan bahan pemahaman lebih baik tentang ketentuan perundangan sekitar kehidupan beragama agar relasi dan kerukunan antar-umat bergama di Indonesia berkembang lebih baik. (Kompas/STS) (YS/YW)

Berita Baru

Pendidikan Karakter sebagai Basis Revolusi Mental

Jakarta, Pendidikan merupakan fondasi utama dan terpenting untuk menambah wawasan, membentuk karakter dan meningkatkan daya saing seseorang. Di Indonesia, pendidikan dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdasarkan falsafah dan pandangan hidup bangsa, Pancasila. Pada tahap berikutnya, pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kualitas, pribadi, dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Karena itu, tolak ukur keberhasilannya adalah menghasilkan warga negara yang mampu berkarya dan memiliki budi pekerti luhur. Demikian beberapa kesimpulan dari Seminar dan Pagelaran Seni dalam Rangka Sosialisasi Revolusi Mental di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 29 September yang lalu. Seminar bertema “Pendidikan Karakter sebagai Basis Revolusi Mental” ini menampilkan pembicara antara lain Dr. Yayah Nurmaliah (Dosen UIN Jakarta); Yudi Latif, Ph.D (Intelektual Muslim); dan Ferdinal Lafendri, M.A (MotivatorGreat Teacher). Pendidikan karakter sangat penting karena mempunyai kesetiakawanan sosial, tanggung jawab sosial dan disiplin sosial, serta sikap moral yang baik. Untuk tujuan itulah pendidikan karakter kembali diselenggarakan di berbagai sekolah. Persoalannya kini, pendidikan karakter yang diajarkan di berbagai institusi pendidikan belum mencapai hasil maksimal. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya menjadi dasar setiap langkah dan sikap siswa mulai diabaikan, atau sekadar dihafalkan tanpa menginternalisasi nilai – nilai dalam kehidupan sehari-hari. Di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Indonesia tengah mengagendakan revolusi mental guna mengubah cara pandang pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan, termasuk dalam pendidikan. Harapannya, pada siswa mampu menjiwai nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam pergaulan sehari-hari. Dari pendidikan karakter, diharapkan melahirkan pribadi-pribadi yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong. Berangkat dari pemikiran di atas, Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan diskusi bertajuk “Pendidikan Karakter sebagai Basis Revolusi Mental. (Adv) (YS/YW) Sumber : new.liputan6.com

Berita Baru

SIAP-SIAP AKAN ADA PELAJARAN BARU YANG AKAN DITAMBAHKAN DALAM PELAJARAN FORMAL

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka ke dalam jam pelajaran formal. Semula Pramuka hadir sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah. “Kami godok mulai dari naskah akademik, kurikulumnya, termasuk bagaimana nanti percontohan dari Pramuka masuk kokurikuler (jam pelajaran formal),” kata Muhadjir usai melantik Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti di Jakarta, Kamis (15/9). Menurut dia, Gerakan Pramuka memiliki kedudukan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak bangsa. Pramuka mengajarkan kecakapan kepanduan dan kecakapan hidup. Kecakapan kepanduan, kata dia, membuat anak mampu untuk percaya diri, mandiri, fleksibel dan tahan banting dengan berbagai tantangan. Sementara kecakapan hidup dari Pramuka dapat menjadi modal ketrampilan generasi untuk mengembangkan diri di tengah masyarakat. Masuknya pendidikan berbasis karakter sesuai Pramuka, lanjut dia, melengkapi materi pendidikan saat ini yang banyak berorientasi pada pengetahuan. “Satu hal yang terpenting dalam pendidikan adalah menjadikan anak didik memiliki sikap atau karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa,” kata dia. Di era globalisasi, kata dia, terdapat banyak tantangan bagi bangsa seperti gempuran budaya Barat dan kemajuan teknologi yang pesat. Dua hal ini memiliki kelebihan tapi sekaligus ada unsur negatifnya bagi anak. Untuk menekan dampak negatif tersebut diperlukan bentang pertahanan anak yaitu karakter baik yang kuat. Kegiatan dari Gerakan Pramuka tersebut ditanamkan dari pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi. “Kegiatan Pramuka dapat membentuk kepribadian dan watak berakhlak mulia, mandiri, peduli, cinta Tanah Air dan memiliki kecakapan hidup, serta memiliki budi pekerti luhur dan berkepribadian bangsa Indonesia,” kata dia. Dengan masuknya Pramuka ke jam ajar formal, kata dia, maka kegiatan kepanduan tersebut akan wajib diikuti oleh peserta didik. Sejauh ini, Gerakan Pramuka sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler sehingga peserta didik boleh memilih atau tidak kegiatan kepanduan. Sumber : rppkurikulum2013.org  (YS/YW)

Berita Baru

RAKOR MKKS SMA Kabupaten Cilacap (Agenda)

MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan Penerbit Yrama Widya akan menyelenggarakan rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Hari Jumat Tanggal 9 September 2016, bertempat di SMA Negeri 2 Cilacap Jawa Tengah. Acara tersebut diantaranya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta mensosialisasikan program pendidikan khususnya dalam hal implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2016 di tingkat SMA di wilayah Kabupaten Cilacap. (WAA/YW)

Berita Baru

Buku Teks Pelajaran SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tidak Hanya Tematik

Implementasi Pembelajaran kurikulum 2013 di tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah menggunakan pembelajaran tematik. Hal ini adalah upaya dari pemerintah untuk melaksanakan proses pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan jaman. Sistem pembelajaran tematik ini digunakan karena akan lebih menarik untuk siswa SD/MI, karena menyajikan tema-tema yang lebih up to date dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik tersebut merupakan kolaborasi beberapa mata pelajaran yang kemudian dijadikan satu tema/topik tertentu sehingga materi yang akan dibahas lebih luas. Siswa juga dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran. Pada Tahun 2016 Pemerintah melalui Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016, telah menetapkan bahwa pembelajaran Matematika dan PJOK kelas 4, 5, 6 di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, tidak lagi dilakukan melalui pendekatan tematik integratif, tetapi dilakukan sebagai mata pelajaran terpisah. Alasannya karena pelajaran Matematika dan PJOK tidak dapat disertakan di pelajaran tematik integratif dan memiliki integritas tersendiri. Berkenaan dengan hal itu, Yrama Widya Group menerbitkan produk terbarunya untuk merespons kebutuhan terhadap buku pelajaran Matematika dan PJOK yang berkualitas. Buku Matematika dan PJOK SD/MI Kelas 4 Yrama Widya Group telah dinilaikan di Kemdikbud dan dinyatakan layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 147/P/2016 Tahun 2016 Tanggal 1 Juli 2016 tentang “Penetapan Judul Buku Teks Pelajaran Matematika serta Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas IV SD/MI”. Download file: KEPMENDIKBUD No. 147/P/2016 Penerbit Yrama Widya KEPMENDIKBUD No. 147/P/2016 Penerbit Satu Nusa

Berita Baru

Buku-buku Peminatan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016

Apa Itu Buku Peminatan Kurikulum 2013? Kurikulum 2013 SMA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka dengan memakai 3 pilihan peminatan, yaitu Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam; Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial; dan Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya. Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan: untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam kelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Sejalan dengan tujuan di atas, buku peminatan kurikulum 2013 adalah jembatan untuk membantu peserta didik agar dapat mengembangkan minatnya secara khusus selain dari pelajaran yang didapat dari buku-buku wajib. Buku Peminatan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Yrama Widya Group Buku Peminatan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 merupakan buku yang telah disesuaikan dengan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016. Perubahan tersebut tercermin dalam kompetensi dasar yang harus dicapai pada masing-masing tingkatan kelas. Dengan adanya perubahan kompetensi dasar, cakupan materi yang harus diajarkan pun mengalami perubahan yang sangat signifikan. Buku-buku Peminatan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Yrama Widya Group telah melalui penilaian oleh Kemdikbud, dan dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di Sekolah. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 148/P/2016/ Tahun 2016 Tanggal 1 Juli 2016 tentang “Penetapan Judul Buku Teks Pelajaran Kelompok Peminatan untuk SMA/MA”. Produk buku-buku Peminatan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Download file: KEPMENDIKBUD No. 148/P/2016 Penerbit Yrama Widya KEPMENDIKBUD No. 148/P/2016 Penerbit SEWU

Berita Baru

Sosialisasi Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai Mata Pelajaran Terpisah di Kelas IV SD/MI

Bertempat di GSG Universitas Sangga Buana YPKP, penerbit Yrama Widya – bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung – telah menyelenggarakan acara sosialisasi pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran terpisah di kelas IV SD/MI. Acara yang bertajuk Seminar Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Matematika dan PJOK di Kelas IV SD/MI ini diselenggarakan pada hari Kamis, 18 Agustus 2016. Acara tersebut dibuka oleh Kabid Pendidikan Sekolah Dasar dan juga dihadiri Kabid Kurikulum dan Ujian Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan peserta para Kepala Sekolah dan guru SD/MI sekota Bandung serta narasumber dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan dan penulis buku Matematika SD. Tujuan utama seminar tersebut adalah menyosialisasikan keputusan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran Matematika dan PJOK di kelas IV SD/MI sebagai mata pelajaran terpisah, tidak lagi sebagai bagian dari pembelajaran tematik terpadu, mulai tahun pelajaran 2016/2017, sesuai dengan Permendikbud No.24 tahun 2016 tentang Kompetensi Dasar Mata Pelajaran di jenjang Pendikan Dasar dan Menengah. Antusiasme para kepala sekolah dan guru SD kota Bandung terhadap acara tersebut amat tinggi, terbuktu dari jumlah peserta yang membludak melebihi 300 orang. Mereka secara interaktif berinteraksi dengan para narasumber menyangkut mengapa dan bagaimana pembelajaran Matematika dan PJOK tersebut perlu dilakukan mengingat hal tersebut merupakan sesuatu yang baru setelah pembelajaran di SD/MI dilakukan melalui pendekatan tematik integratif, mulai dari kelas I sampai kelas VI selama beberapa tahun terakhir. Mereka pun mendapatkan informasi tentang buku-buku teks pelajaran Matematika dan PJOK yang telah dinyatakan layak dipakai di kelas IV SD/MI oleh pemerintah. Kiranya acara seperti itu perlu dilakukan di daerah-daerah lain karena sosialisasi dari pemerintah atau dinas pendidikan daerah masih sangat minim. Jika ada UPTD atau dinas pendidikan daerah tertentu ingin menyelenggarakan acara seperti itu bekerja sama dengan kami, silakan menghubungi kami di alamat email: yrama.redaksi@gmail.com (YS/YW)

Scroll to Top