Saat ini terdapat berbagai sistem pembayaran uang yang inovatif, di mana dibangun di atas platform seperti telepon seluler, jaringan internet, dan kartu penyimpanan digital. Sistem pembayaran alternatif ini telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seperti Apple Pay dan Alipay. Apple Pay adalah sistem pembayaran elektronik yang dikembangkan oleh Apple Inc. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan iPhone, Apple Watch, iPad, dan iMac, tanpa menggunakan uang tunai. Setiap transaksi diautentikasi dengan Face ID, Touch ID, atau kode sandi unik. Selain itu, Alipay adalah layanan pembayaran digital yang berasal dari Tiongkok, dikembangkan oleh perusahaan Ant Group (anak perusahaan dari Alibaba Group). Mata uang alternatif yang dibahas merujuk pada media pertukaran selain mata uang fiat. Contohnya mata uang logam emas/perak, serta uang komoditas (di antaranya berupa rokok tembakau) yang berlaku di Berlin pasca Perang Dunia II. Contoh lainnya adalah mata uang Token, Scrip, dan Bitcoin. Token yang beredar di Inggris pada abad ke-17 hingga ke-19 adalah mata uang pengganti, ketika koin kerajaan sulit didapat. Pemerintah saat itu lambat menanggapi kelangkaan koin logam resmi, sehingga para pedagang dan pabrik swasta mulai mencetak token mereka sendiri. Sedangkan depresi besar yang terjadi pada tahun 1930-an dimulai dari jatuhnya pasar saham AS, yang mengakibatkan ribuan bank bangkrut. Pemerintah tidak mampu mencetak uang tunai dalam jumlah cukup, sehingga muncul mata uang scrip sebagai solusi darurat agar ekonomi lokal dapat tetap berjalan. Ada satu mata uang digital yang menonjol di antara yang lainnya, yaitu Bitcoin. Bitcoin adalah salah satu mata uang digital yang paling dikenal saat ini. Seperti banyak mata uang kripto lainnya yang muncul setelahnya, Bitcoin memanfaatkan kekuatan internet untuk memproses transaksinya.
Produk Terkait
-
Mahir dan Terampil Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang
Rp82.000 Tambah ke keranjangDinilai 0 dari 5





Ulasan
There are no reviews yet